“Mengingat akhirat”…
Begitulah ilmumu wahai Khalifah
Engkau hanya perlu waktu 2 tahun untuk sebuah perubahan
Dari budaya cinta dunia…
Ibu yang melahirkan korupsi dan pemborosan
Ketimpangan sosial dan kerapuhan akhlak
Menjadi “mengingat akhirat”…
dan Al Qur’an kembali menjadi petunjuk
Takwa adalah baju keseharian
Rakyatmu sejahtera…sampai tak mau diberi zakat
Di negeri kami wahai Khalifah
Di negeri Kaya Raya…
Setiap bayi yang lahir harus menanggung hutang negara
Sedang pejabat bersukaria menghabiskan harta negara
Pendidikan dan kesehatan prima adalah hak orang-orang kaya
Dana stimulus adalah hak pengusaha kaya bukan pekerja
Ketimpangan sosial dan kerapuhan akhlak bukan lagi fenomena
“mengingat akhirat”…
Ilmumu itu wahai Khalifah
Ajarkanlah pada kami
Agar takwa menjadi keseharian kami
dan pemimpin-pemimpin kami adalah orang terbaik di antara kami
yang terpanjang sujudnya
jujur tangis katanya
yang tak mau memakan harta negara… sepertimu wahai Khalifah
Rabbana…
Kirimkanlah negeri kami pemimpin adil yang Engkau cintai dan mencintai Mu
Amin…
Tagged: akhirat, khalifah 2 April 2009
Shabrina anakku…
Bapak mencintaimu nak
pesanku padamu
jadilah kau anak shalihah
shabar menjadi akhlakmu
takwa adalah bajumu
dan jiwamu sucikanlah
seperti namamu nak…
Shabrina Qonita Fitriani
wanita yang shabar, ta’at, dan suci
adalah sebuah do’a
Rabbana…
kabulkan do’a kami
Tagged: do'a, shabrina 1 April 2009
Shabrina anakku…
Bapak mencintaimu nak
pesanku padamu
jadilah kau anak shalihah
shabar menjadi akhlakmu
takwa adalah bajumu
dan jiwamu sucikanlah
seperti namamu nak…
Shabrina Qonita Fitriani
wanita yang shabar, ta’at, dan suci
adalah sebuah do’a
Rabbana…
kabulkan do’a kami
Tagged: do'a, shabrina 1 April 2009
Rabbi…
ku rindu takut pada Mu
agar ku taat pada Mu
Rabbi…
ku damba cinta pada Mu
agar ku dekat dengan Mu
Rabbi…
ku rindu harap pada Mu
agar ku tenang bersama Mu
Tagged: Rabbi 1 April 2009
_kepada guru, ustadz dan ibuku
aku rindu pada mata itu…
yang teduh
menatapku penuh cinta
menerobos relung hati
mengajak nuraniku berdialog
membersihkan kekesatan
kebodohan
dan…
kutemukan kembali duniaku
juga asa yang pernah hilang
aku rindu pada mata itu….
yg lentik bulunya
menatapku berkedap-kedip
bersinar kesucian
dan aku tercerahkan
terbebas dari belenggu kesunyian yang gelap
aku rindu mata itu…
tatapannya yang tajam
mengajariku jujur dalam mencintai
karena mata memang pantulan hati
aku rindu pada mata itu…
mata yang penuh cinta
membawa kehidupan
dan aku terpikat
terpesona cintanya
(Palangka Raya 15/8/2006)
Tagged: mata, rindu 1 April 2009
adalah perjalanan hati…
menempuh jalan menuju Sang Tercinta
takkan bahagia bagi yang mendua
dusta atau pun ragu
adalah perjalanan hati…
kan pasti menemui jalan terjal
jalan menyimpang
selalu ada ujian…
agar cinta teruji
terarah istiqomah di jalan yang lurus
Rabbi…
jadikan aku pecinta Mu yang jujur
Tagged: hati, perjalanan 1 April 2009
begitulah cinta?
apapun jika Kekasih yang minta
ditunaikan tanpa tanya
dan cinta tidak hanya kata semata
tapi cinta adalah pengorbanan
tapi cinta adalah keta’atan
agar semakin dekat
dan Kekasih pun mencintai
Allahumma shalli ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim
Cintamu abadi sepanjang masa
Tagged: cinta, Ibrahim AS 1 April 2009
Aku ingin bercerita…
Tentang sebuah perjalanan cahaya
Juni 1998, awal masuk kuliah…
Aku ingat rambutnya keriting sebahu, selalu pakai bando
Setiap kuliah pakai celana jeans dan baju yang matching, stylis
asyik diajak diskusi, ramah dan murah senyum
Ia sekelas denganku di matrikulasi
Hari itu…setelah sepekan menjalani ospek
Hari pertama kuliah semester satu
Ia memakai jilbab di kelas, tak ada lagi bando dan rambut keritingnya
Memang masih pake jeans, tapi bajunya sudah panjang
Aku ikut bahagia, sebuah perjalanan cahaya …
(walaupun aku mencatat: metamorfosisnya masih sebagian)
Sejak itu kulihat ia rajin ikut kajian
Hari itu…pertengahan kuliah semester 4
Ia memakai jilbab di kelas, hijabnya rapi standar para akhwat yang kukenal
tak ada lagi celana jeans
aku ikut bahagia, sebuah perjalanan cahaya…
sudah seperti kupu-kupu
sejak itu aku tahu ia aktif di masjid kampus, jadi asisten PAI, ikut menda’wahkan cahaya…
Aku ingin bercerita…
Tentang sebuah perjalanan cahaya
Juni 1998, awal masuk kuliah…
Aku ingat ia sering menasihatiku
Mengajakku sholat dhuha, sholat wajib berjama’ah di masjid Alumni
Tema pembicaraannya serius, tentang reformasi, masalah palestina, politik…
Tak pernah ia bicara tentang film terkini, lagu yang sedang hits, gossip selebritis
Di sela jam kuliah ia baca Al Qur’an
Subhanallah…aku kagum dan bangga padanya
Kata temen ia anak rohis
Sebuah perjalanan cahaya…
Semester 8 berjalan…
Kami semakin sibuk dengan urusan masing-masing; kuliah, organisasi, ngajar privat dll
Ada kabar ia naksir teman sekelas…(aku tak mau percaya)
Kadang-kadang kudengar ia bersenandung lagu barat
Aku masih memakluminya…(bukankah kita kadang seperti itu?)
Karena kita tak boleh memvonis, mencela
Karena kita tak boleh merasa lebih baik dari yang lain
Karena tugas kita mengingatkan, mendo’akan
Karena aku yakin ia tetap rajin sholat, rajin tilawah, rajin beribadah
Waktu makin berjalan, aktivitas bertambah padat…
Aku jarang silaturahim dengannya
Aku ingin bercerita…
Tentang sebuah perjalanan cahaya
Setiap saat selalu ada cahaya mendatangi
Setiap saat selalu ada ujian, godaan…
sampai maut menjemput
Nawir Qulubana Yaa Allah, kal qalbi rasulika Yaa Allah
Allahumma Yaa muqalibalqulub, tsabit qulubana ‘ala dinika wa ‘ala tho’atika
Tagged: cahaya 1 April 2009
datang pesan lagi…
lewat batalion gempa dan tsunami
seolah bertubi mengajari
agar kita taat kembali
agar kita tidak maksiat lagi
datang pesan lagi…
kekeringan dan banjir berkontradiksi
membalas budi eksploitasi alam
yang tanpa nurani
mengajak kita agar dzikir kembali
masih ada waktu…
untuk kita renungkan
(Gempa di Yogya, 2005)
….sekarang ada lagi di situ gintung, kapan kita sadar?
Tagged: pesan 1 April 2009
Tentang sahabat yang selalu kurindu
Takkan kulupa kebaikannya
Di akhir malam itu…
Ia membangunkanku, mengajakku tahajud
Aku teruskan saja tidurku…
Lamat-lamat aku mendengar tilawahnya
“
Kemudian ia terisak-isak
Kurasakan getaran di tubuhku
Aku ingin bercerita…
Tentang sahabat yang selalu kurindu
Hari itu…ia mengajakku diskusi
Katanya ada beberapa adik kelas belum bayar spp
Katanya ada beberapa adik kelas kena virus merah jambu
Katanya akh fulan sakit, ukhti fulanah ahad depan nikah
Kemudian…
Aku tahu betul ia mencarikan dana buat bayar spp
Aku tahu betul ia bersilaturahmi untuk menasihati…mendatangi rumah demi rumah, mengobati virus
Ia pun mengajakku menjenguk akh fulan, mendatangi walimah uhti fulanah
Aku ingin bercerita…
Tentang sahabat yang selalu kurindu
Waktu itu jam 10 malam, ia baru pulang dari kampus
Telepon berdering, mencarinya, dari murabbi katanya
“akh jam 4 besok kita harus dah di stasiun, akan ada aksi di Jakarta”
Aku termangu… kenapa pagi banget?laporanku belum selesai, dan berarti besok harus bolos
“akh siap-siap ya, jangan lupa malam ini baca Al anfaal dan At Taubah biar semangat”
Aku termangu…
Kulihat ia tersenyum, padahal aku tahu ia masih lelah
Aku ingin bercerita…
Tentang sahabat yang selalu kurindu
Wajah yang cerah karena rajin ibadah
Mata yang tajam bersinar karena cerdasnya akal
Selalu kurindu
Rabbi…
kumpulkan kami di Firdaus Mu
Tagged: cerita, sahabat 1 April 2009
Previous Posts