Kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz r.a

Mengingat akhirat”…

Begitulah ilmumu wahai Khalifah

Engkau hanya perlu waktu 2 tahun untuk sebuah perubahan

Dari budaya cinta dunia…

Ibu yang melahirkan korupsi dan pemborosan

Ketimpangan sosial dan kerapuhan akhlak

Menjadi “mengingat akhirat”…

dan Al Qur’an kembali menjadi petunjuk

Takwa adalah baju keseharian

Rakyatmu sejahtera…sampai tak mau diberi zakat

Di negeri kami wahai Khalifah

Di negeri Kaya Raya…

Setiap bayi yang lahir harus menanggung hutang negara

Sedang pejabat bersukaria menghabiskan harta negara

Pendidikan dan kesehatan prima adalah hak orang-orang kaya

Dana stimulus adalah hak pengusaha kaya bukan pekerja

Ketimpangan sosial dan kerapuhan akhlak bukan lagi fenomena

mengingat akhirat”…

Ilmumu itu wahai Khalifah

Ajarkanlah pada kami

Agar takwa menjadi keseharian kami

dan pemimpin-pemimpin kami adalah orang terbaik di antara kami

yang terpanjang sujudnya

jujur tangis katanya

yang tak mau memakan harta negara… sepertimu wahai Khalifah

Rabbana…

Kirimkanlah negeri kami pemimpin adil yang Engkau cintai dan mencintai Mu

Amin…

Add comment  Tagged:  , 2 April 2009

Anakku Shabrina

Shabrina anakku…

Bapak mencintaimu nak

pesanku padamu

jadilah kau anak shalihah

shabar menjadi akhlakmu

takwa adalah bajumu

dan jiwamu sucikanlah

seperti namamu nak…

Shabrina Qonita Fitriani

wanita yang shabar, ta’at, dan suci

adalah sebuah do’a

Rabbana…

kabulkan do’a kami

Add comment  Tagged:  , 1 April 2009

Anakku Shabrina

Shabrina anakku…

Bapak mencintaimu nak

pesanku padamu

jadilah kau anak shalihah

shabar menjadi akhlakmu

takwa adalah bajumu

dan jiwamu sucikanlah

seperti namamu nak…

Shabrina Qonita Fitriani

wanita yang shabar, ta’at, dan suci

adalah sebuah do’a

Rabbana…

kabulkan do’a kami

Add comment  Tagged:  , 1 April 2009

Pada MU Yaa Rabbi

Rabbi…

ku rindu takut pada Mu

agar ku taat pada Mu

Rabbi…

ku damba cinta pada Mu

agar ku dekat dengan Mu

Rabbi…

ku rindu harap pada Mu

agar ku tenang bersama Mu

Add comment  Tagged:  1 April 2009

RINDUKU

_kepada guru, ustadz dan ibuku

aku rindu pada mata itu…

yang teduh

menatapku penuh cinta

menerobos relung hati

mengajak nuraniku berdialog

membersihkan kekesatan

kebodohan

dan…

kutemukan kembali duniaku

juga asa yang pernah hilang

aku rindu pada mata itu….

yg lentik bulunya

menatapku berkedap-kedip

bersinar kesucian

dan aku tercerahkan

terbebas dari belenggu kesunyian yang gelap

aku rindu mata itu…

tatapannya yang tajam

mengajariku jujur dalam mencintai

karena mata memang pantulan hati

aku rindu pada mata itu…

mata yang penuh cinta

membawa kehidupan

dan aku terpikat

terpesona cintanya

(Palangka Raya 15/8/2006)

Add comment  Tagged:  , 1 April 2009

Perjalanan Hati

adalah perjalanan hati…

menempuh jalan menuju Sang Tercinta

takkan bahagia bagi yang mendua

dusta atau pun ragu

adalah perjalanan hati…

kan pasti menemui jalan terjal

jalan menyimpang

selalu ada ujian…

agar cinta teruji

terarah istiqomah di jalan yang lurus

Rabbi…

jadikan aku pecinta Mu yang jujur

Add comment  Tagged:  , 1 April 2009

Cinta Nabi Ibrahim AS

begitulah cinta?

apapun jika Kekasih yang minta

ditunaikan tanpa tanya

dan cinta tidak hanya kata semata

tapi cinta adalah pengorbanan

tapi cinta adalah keta’atan

agar semakin dekat

dan Kekasih pun mencintai

Allahumma shalli ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim

Cintamu abadi sepanjang masa

Add comment  Tagged:  , 1 April 2009

Perjalanan Cahaya

Aku ingin bercerita…

Tentang sebuah perjalanan cahaya

Juni 1998, awal masuk kuliah…

Aku ingat rambutnya keriting sebahu, selalu pakai bando

Setiap kuliah pakai celana jeans dan baju yang matching, stylis

asyik diajak diskusi, ramah dan murah senyum

Ia sekelas denganku di matrikulasi

Hari itu…setelah sepekan menjalani ospek

Hari pertama kuliah semester satu

Ia memakai jilbab di kelas, tak ada lagi bando dan rambut keritingnya

Memang masih pake jeans, tapi bajunya sudah panjang

Aku ikut bahagia, sebuah perjalanan cahaya …

(walaupun aku mencatat: metamorfosisnya masih sebagian)

Sejak itu kulihat ia rajin ikut kajian

Hari itu…pertengahan kuliah semester 4

Ia memakai jilbab di kelas, hijabnya rapi standar para akhwat yang kukenal

tak ada lagi celana jeans

aku ikut bahagia, sebuah perjalanan cahaya…

sudah seperti kupu-kupu

sejak itu aku tahu ia aktif di masjid kampus, jadi asisten PAI, ikut menda’wahkan cahaya…

Aku ingin bercerita…

Tentang sebuah perjalanan cahaya

Juni 1998, awal masuk kuliah…

Aku ingat ia sering menasihatiku

Mengajakku sholat dhuha, sholat wajib berjama’ah di masjid Alumni

Tema pembicaraannya serius, tentang reformasi, masalah palestina, politik…

Tak pernah ia bicara tentang film terkini, lagu yang sedang hits, gossip selebritis

Di sela jam kuliah ia baca Al Qur’an

Subhanallah…aku kagum dan bangga padanya

Kata temen ia anak rohis

Sebuah perjalanan cahaya…

Semester 8 berjalan…

Kami semakin sibuk dengan urusan masing-masing; kuliah, organisasi, ngajar privat dll

Ada kabar ia naksir teman sekelas…(aku tak mau percaya)

Kadang-kadang kudengar ia bersenandung lagu barat

Aku masih memakluminya…(bukankah kita kadang seperti itu?)

Karena kita tak boleh memvonis, mencela

Karena kita tak boleh merasa lebih baik dari yang lain

Karena tugas kita mengingatkan, mendo’akan

Karena aku yakin ia tetap rajin sholat, rajin tilawah, rajin beribadah

Waktu makin berjalan, aktivitas bertambah padat…

Aku jarang silaturahim dengannya

Aku ingin bercerita…

Tentang sebuah perjalanan cahaya

Setiap saat selalu ada cahaya mendatangi

Setiap saat selalu ada ujian, godaan…

sampai maut menjemput

Nawir Qulubana Yaa Allah, kal qalbi rasulika Yaa Allah

Allahumma Yaa muqalibalqulub, tsabit qulubana ‘ala dinika wa ‘ala tho’atika

Add comment  Tagged:  1 April 2009

PESAN

datang pesan lagi…

lewat batalion gempa dan tsunami

seolah bertubi mengajari

agar kita taat kembali

agar kita tidak maksiat lagi

datang pesan lagi…

kekeringan dan banjir berkontradiksi

membalas budi eksploitasi alam

yang tanpa nurani

mengajak kita agar dzikir kembali

masih ada waktu…

untuk kita renungkan

(Gempa di Yogya, 2005)

….sekarang ada lagi di situ gintung, kapan kita sadar?

Add comment  Tagged:  1 April 2009

Aku ingin bercerita…

Tentang sahabat yang selalu kurindu

Takkan kulupa kebaikannya

Di akhir malam itu…

Ia membangunkanku, mengajakku tahajud

Aku teruskan saja tidurku…

Lamat-lamat aku mendengar tilawahnya

“

Kemudian ia terisak-isak

Kurasakan getaran di tubuhku

Aku ingin bercerita…

Tentang sahabat yang selalu kurindu

Hari itu…ia mengajakku diskusi

Katanya ada beberapa adik kelas belum bayar spp

Katanya ada beberapa adik kelas kena virus merah jambu

Katanya akh fulan sakit, ukhti fulanah ahad depan nikah

Kemudian…

Aku tahu betul ia mencarikan dana buat bayar spp

Aku tahu betul ia bersilaturahmi untuk menasihati…mendatangi rumah demi rumah, mengobati virus

Ia pun mengajakku menjenguk akh fulan, mendatangi walimah uhti fulanah

Aku ingin bercerita…

Tentang sahabat yang selalu kurindu

Waktu itu jam 10 malam, ia baru pulang dari kampus

Telepon berdering, mencarinya, dari murabbi katanya

“akh jam 4 besok kita harus dah di stasiun, akan ada aksi di Jakarta”

Aku termangu… kenapa pagi banget?laporanku belum selesai, dan berarti besok harus bolos

“akh siap-siap ya, jangan lupa malam ini baca Al anfaal dan At Taubah biar semangat”

Aku termangu…

Kulihat ia tersenyum, padahal aku tahu ia masih lelah

Aku ingin bercerita…

Tentang sahabat yang selalu kurindu

Wajah yang cerah karena rajin ibadah

Mata yang tajam bersinar karena cerdasnya akal

Selalu kurindu

Rabbi…

kumpulkan kami di Firdaus Mu

Add comment  Tagged:  , 1 April 2009

Previous Posts


 

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan Terakhir

Arsip

Kategori